Minggu, 21 Februari 2016

PESONA UNIK DANAU KAOLIN DI BANGKA BELITUNG

Pesona Unik Danau Kaolin Di Bangka Belitung  


Danau Kaolin

AdeevaTravel -Pesona Pulau Bangka Belitung bukan hanya terkenal akan destinasi pantainya yang berpasir putih dengan batu-batu granit besar di sisinya tetapi juga memiliki destinasi lain yang tak kalah menariknya yaitu Danau Biru Toska yang bernama Danau Kaolin.


Danau yang terletak di Desa Air Bara, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan, Propinsi Kepulauan Bangka Belitung pada awalnya digunakan sebagai tambang kaolin atau tanah liat yang menjadi mata pencarian utama masyarakat Bangka Belitung hingga kini. Akibat dari adanya aktivitas penambangan, Kini yang tersisa adalah lubang-lubang besar yang berisikan air berwarna Biru Toska. 

Danau Kaolin

Dengan dinding-dindingnya yang berwarna putih terlihat seperti salju. Pesonanya semakin terlihat cantik ketika berpadu dengan air danau yang berwarna biru toska.

Danau Kaolin

Keindahan Danau Kaolin semakin sempurna degan hijaunya vegetasi pepohonan di sekitar danau yang dapat menciptakan pemandangan yang sangat memanjakan mata Anda. Karena airnya yang tenang, Saat matahari bersinar cerah, pemandangan di pinggiran dinding danau akan memantul pada permukaan air danau.

Danau Kaolin

Tak hanya pemandangan alam saja yang dapat Anda nikmati di Danau Kaolin ini, Disini Anda dapat berenang dan bermain-main dengan air danau bersama teman dan keluarga. 

Danau Kaolin

Bagi Anda yang hobi photografi atau pembuatan Photo Wedding, Danau Kaolin adalah tempat yang paling cocok untuk mencari objek-objek shoot. Perpaduan warna biru toska pada airnya dengan dinding-dinding batu berwarna putih seperti salju menjadikan perpaduan warna yang sangat menakjubkan.   

Akses

Danau Kaolin

Lokasi danau ini masih terbilang dekat dengan pusat Kota Tanjungpandan. Hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk sampai ke Danau kaolin. Disarankan menggunakan kendaraan pribadi karena minimnya angkutan umum.

Sabtu, 20 Februari 2016

MENIKMATI KEINDAHAN PANTAI TIGA WARNA DI MALANG

Menikmati Keindahan Pantai Tiga Warna Di Malang  


Pantai Tiga Warna

AdeevaTravel -Pantai Tiga Warna adalah destinasi pantai yang memiliki keunikan tersendiri yaitu air lautnya terdiri dari tiga warna pada kedalaman yang berbeda. Pantai yang berada di wilayah Rehabilitasi dan Konservasi Mangrove, Terumbu Karang serta Hutan Lindung Desa Tambakrejo,  Kabupaten Malang, Jawa Timur di kelola oleh Bhakti Alam yang anggotanya sebagian besar adalah warga sekitar.


Pantai Tiga Warna, sesuai dengan namanya, airnya mempunyai tiga warna yaitu putih, hijau dan biru, perbedaan warna ini disebabkan oleh perbedaan kedalaman laut. Airnya tenang karena ombak Samudera Hindia terhalang oleh Pulau Sempu, dengan demikian Pantai 3 Warna sangat aman dan nyaman untuk sekedar berenang atau mengeksplore wisata bawah laut dengan snorkeling. Anda akan di fasilitasi dengan peralatan snorkeling dengan biaya Rp. 15.000 per orangnya.  

Pantai Tiga Warna

Sejak di buka untuk umum pada pertengahan tahun 2014, Pantai ini langsung menjadi primadona tujuan wisata penyuka olah raga bawah air laut. Keberadaan terumbu karangnya yang indah telah membuat Pantai Tiga Warna di nobatkan sebagai pantai dengan spot bawah laut terindah di Kabupaten Malang.

Sangat menakjubkan pemandangan di pantai ini, gugusan pulau karang hijau yang tak jauh dari bibir pantai, pasir putih yang kemilau, deburan ombak yang seirama dengan tiupan angin, birunya laut yang membentang hingga menuju cakrawala. Benar-benar indah!

Pantai Tiga Warna

Tidak cukup sampai di sini Anda bisa menyatu dengan alam, dengan menggunakan pemandu setempat langkahkan kaki menuju bukit-bukit sebelah kiri Pantai Gatra. Ya, kita akan mendapati Pantai Tiga Warna yang eksotis!

Air laut yang bergradasi, biru dan hijau serta pasir pantainya yang putih jadi alasan mengapa pantainya diberi nama seperti itu.

Pantai Tiga Warna

Karena sebagai kawasan konservasi, maka pantai ini diterapkan pembatasan jumlah pengunjung setiap harinya. Jangan lupa menikmati sensasi camping, kita bisa mendirikan tenda di lokasi Pantai Gatra dan Clungup.

Untuk akses menuju pantai tiga warna ini terbilang cukup mudah, dari kota malang anda bisa mengambil jalur menuju dampit/turen lanjut hingga ketemu dengan penunjuk arah ke Pantai Sendang Biru ,di sepanjang perjalanan anda akan menjumpai penunjuk arah ke Pantai Clungup/Pantai Goa Cina ikuti jalur ke pantai Clungup, setelah anda sampai di pantai clungup anda harus menyewa Tour Guide untuk memandu jalan menuju Pantai Tiga Warna tersebut.

Semoga bermanfaat sebagai referensi berlibur anda,


Jumat, 19 Februari 2016

MENJELAJAHI WISATA ALAM INDONESIA

Menjelajahi Wisata Alam Indonesia  


Menjelajahi Wisata Alam Indonesia

AdeevaTravel - Kekayaan alam Indonesia merupakan komponen penting dalam dunia pariwisata. Dengan kombinasi iklim tropis, 17.508 pulau yang 6.000 diantaranya tidak di huni serta garis pantai terpanjang ketiga di dunia setelah Kanada dan Uni Eropa menjadikan Indonesia sebagai tempat pariwisata terbaik di kawasan Asia Tenggara. 

Kepulauan Bangka Belitung

Kepulauan Derawan


Hal ini dapat Anda buktikan dengan adanya pantai-pantai yang sangat mempesona dan menakjubkan seperti pantai-pantai Di Pulau Bali, Pulau Lombok atau Kepulauan Bangka Belitung serta sebagai tempat penyelaman terbaik di dunia seperti spot penyelaman di Raja Ampat, Bunakaen atau Wakatobi. 

Candi Prambanan

Sebagai negara beriklim tropis, Indonesia juga banyak terdapat hutan hujan seperti Taman Nasional Hutan Hujan Sumatra dan Kalimantan  serta Papua. Tempat-tempat wisata di Indonesia juga di dukung dengan banyaknya Warisan Budaya yang kaya mencerminkan sejarah dan keberadaan etnis di Indonesia yang di dinamis yang didukung oleh 719 bahasa daerah.  

Candi Borobudur

Candi Prambanan dan Candi Borobudur, Tana Toraja, Yogyakarta, Minangkabau serta Bali merupakan tempat tujuan Wisata Budaya di Indonesia yang hanya dapat Anda temukan di wilayah ini. 

Raja Ampat

Taman Nasional Bunaken


Indonesia memiliki kawasan terumbu karang terkaya di dunia dengan lebih dari 18% terumbu karang dunia, serta lebih dari 3.000 spesies ikan, 590 jenis karang batu, 2.500 moluska dan 1.500 jenis udang-udangan. Kekayaan-kekayaan biota laut di Indonesia ini tersebar di sekitar 600 titik selam dari Sabang hingga Merauke. 

Raja Ampat

Raja Ampat yang terletak di Propinsi Papua Barat, Indonesia adalah taman laut terbesar yang memiliki beraneka ragam biota laut dan dikenal sebagai lokasi selam scuba yang baik karena memiliki jarak pandang sekitar 30 meter pada siang hari. Di kawasan Raja Ampat setidaknya terdapat 1.300 spesies ikan, 600 terubu karang serta 700 jenis kerang.

Wakatobi

Sementara di Taman Laut Bunaken yang terletak di Propinsi Sulawesi Utara, Indonesia memiliki 25 titik penyelaman dengan kedalaman hingga 1.556 meter dan hampir 70% spesies ikan di Pasifik Barat dapat Anda temukan di Taman Nasional ini. Sementara terumbu karang di perairan ini disebut-sebut tujuh kali lebih bervariasi dibandingkan yang terdapat di Hawaii. 

Pulau Bintan

Beberapa lokasi lain yang terkenal sebagai tempat penyelaman kelas dunia adalah di Taman Laut Wakatobi, Nusa Penida, Taman Nasional Karimun Jawa, Pulau Komodo, Pulau Derawan dan juga Kepulauan Seribu.

Pulau Sipora

Selain dikenal sebagai tempat penyelaman terbaik di dunia, Tiga pantai di Indonesia juga masuk 20 tempat surfing terbaik di dunia. Seperti tempat surfing di Kepulauan Sipora di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Uluwatu Pantai Kuta, Bali, serta di Nihiwatu yang terletak di Pulau Sumba yang ombaknya dapat mencapat tinggi 6 meter.   

Pantai Kuta, Bali

Di Indonesia juga terdapat 50 Taman Nasional yang 6 diantaranya masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO. Taman Nasional Lorenz di Papua yang juga terdapat salju abadi di iklim tropis memiliki sekitar 42 mamalia yang sebagian besar adalah Hewan Langka dan dilindungi. Hewan-hewan langka di taman ini antara lain Kanguru Pohon, Landak Irian, Tikus Air, Walabi serta kaskus.

Taman Nasional Ujung Kulon

Sementara Taman Nasional Tertua Di Indonesia yaitu Taman Nasional Ujung Kulon memiliki hewan langka Badak Bercula Satu yang populasinya makin berkurang. Sementara di Taman Nasional Komodo, Anda dapat menemukan Hewan Langka Komodo yang hanya terdapat di pulau ini di dunia serta keberadaan Taman Nasional Kelimutu yang terletak di Pulau Flores memiliki Tiga Danau Kawah dengan warna yang berbeda-beda.

Gunung Bromo

Indonesia memiliki lebih dari 400 gunung berapi dan 130 di antaranya termasuk gunung berapi aktif. Gunung Bromo di Provinsi Jawa Timur dikenal sebagai lokasi wisata pegunungan untuk melihat matahari terbit maupun penunggangan kuda. Pada bulan-bulan tertentu, terdapat upacara kebudayaan Yadnya Kasada yang dilakukan oleh masyarakat Gunung Bromo. Lokasi wisata lain yang terkenal di daerah Jawa Barat adalah Gunung Tangkuban Parahu yang terletak di Subang. Gunung aktif ini menghasilkan mata air panas yang terletak di kaki gunung yang dikenal dengan nama Ciater dan sering dimanfaatkan untuk spa serta terapi pengobatan.

Pulau Komodo

Keanekaragaman flora dan fauna yang ada di seluruh nusantara menjadikan Indonesia cocok untuk pengembangan agrowisata. Kebun Raya Bogor yang terletak di Bogor merupakan lokasi agrowisata populer yang telah berdiri sejak abad 19 dan merupakan yang tertua di Asia dengan koleksi tumbuhan tropis terlengkap di dunia. Hingga Maret 2010, Kebun Raya Bogor memiliki koleksi 3.397 spesies jenis koleksi umum, 550 spesies tumbuhan anggrek, serta 350 tumbuhan non-anggrek yang berada di rumah kaca. Taman Wisata Mekarsari merupakan taman buah tropis terbesar dan terlengkap di dunia. Koleksi taman ini mencapai 100.000 tanaman buah yang terdiri dari 78 famili, 400 spesies, dan 1.438 varietas.
Kebun Raya Bogor
Regulasi Visa
Terhitung tanggal 9 Juni 2015, Kunjungan bebas visa diberikan kepada 30 negara yang dinyatakan bebas Visa kunjungan untuk Tempat Pemeriksaan Imigrasi tertentu, yaitu: RRC, Rusia, Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat, Kanada, Selandia Baru, Meksiko, Inggris, Jerman Perancis, Belanda, Italia, Spanyol, Swiss, Belgia, Swedia, Austria, Denmark, Norwegia, Finlandia, Polandia, Hungaria, Ceko, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Oman, dan Afrika Selatan.

Sementara Tempat Pemeriksaan Imigrasi tertentu yang bebas memberika Visa kunjungan kepada Orang Asing dari negara tersebut adalah: Bandara Soekarno Hatta (Jakarta), Ngurah Rai (Bali), Kuala Namu (Medan), Juanda (Surabaya), Hang Nadim (Batam), Pelabuhan Laut Sri Bintan, Pelabuhan Laut Sekupang, Pelabuhan Laut Batam Center, dan Pelabuhan Laut Tanjung Uban (Riau).

Adapun negara tertentu dan pemerintahan administrasi tertenu yang dinyatakan bebas Visa kunjungan ke Indonedia ada 13 (tiga belas), yaitu: Thailand, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Chili, Maroko, Peru, Vietnam, Ekuador, Kamboja, Laos, dan Myanmar.


Sedang Pemerintahan Administratif Khusus dari negara tertentu yang bebas Visa kunjungan ke Indonesia sebagai tertuang dalam lampiran Perpres itu ada 2 (dua), yaitu Hongkong dan Macau.


sumber:
id.wikipedia
setkab.go.id
     

Kamis, 18 Februari 2016

LIBURAN SERU BERSAMA LUMBA-LUMBA DI PANTAI LOVINA

Liburan Seru Bersama Lumba-Lumba Di Pantai Lovina 


Pantai Lovina

AdeevaTravel - Dunia pariwisata Indonesia telah mengenal Lovina sejak lama sebagai sebuah destinasi di wilayah Bali Utara. Pantai Lovina adalah sebuah tempat wisata pantai yang sangat mempesona di sebelah barat kota Singaraja, Bali. 



Selain pantainya yang masih alami, Dengan menyewa perahu dari para nelayan setempat yang memang disewakan khusus untuk para pengunjung, Anda juga dapat menyaksikan ikan lumba-lumba yang berenang dari dekat sambil menikmati pemandangan pantai yang sangat menakjubkan.

Perlu Anda ketahui bahwa Pantai Lovina terkenal akan pertunjukkan Lumba-lumba liar di tengah laut. Di pantai ini terdapat ratusan Lumba-Lumba yang beraksi yang akan menghibur Anda selama 2 jam di tengah laut.

Untuk menyaksikan atraksi lumba-lumba di laut lepas Lovina akan menghabiskan waktu sekitar 2 jam mulai pukul 06.00 hingga 08.00. Jika sudah terlalu terang, lumba-lumba biasanya akan meninggalkan lokasi dimana mereka biasa menunjukkan wujudnya kepada Anda . Ratusan lumba-lumba dapat kita saksikan sepuasnya, mulai dari anaknya yang kecil hingga induknya yang cukup besar.

Pantai Lovina

Sebelum menyaksikan lumba-lumba di laut lepas, Anda akan disuguhi matahari terbit (sunrise) yang sangat bagus di Lovina. Perlahan matahari naik menyinari alam Bali yang sangat indah. Anda pun dapat mengabadikan sunrise di Lovina

Pantai Lovina

Selain dapat menyaksikan pertunjukkan Lumba-Lumba, Pantai Lovina juga menawarkan wisata penyelaman. Anda dapat melakukan kegiatan snoorkeling dengan melihat panorama bawah laut yang sangat mempesona, Anda juga dapat menyaksikan keanekaragaman berbagai macam ikan hias yang berenang di atas terumbu karang yang masih sangat alami.  

Pantai Lovina

Nah bagi Anda yang sangat tertarik dan ingin mengisi liburan Anda bersama Lumba-Lumba Anda dapat  menuju Pantai Lovina dari Denpasar ke pantai lovina jaraknya kurang lebih 100 kilometer dan membutuhkan waktu kira-kira 2 jam dengan kondisi jalan yang berkelok kelok. Anda bisa menyewa kendaraan atau naik angkutan umum dengan rute dari terminal tegal di Denpasar ke Terminal Ubung kemudian ke Lovina. Jika anda masuk ke Bali lewat Gilimanuk jaraknya akan lebih dekat dengan waktu tempuh sekitar satu jam.


Rabu, 17 Februari 2016

MENIKMATI KEINDAHAN PANTAI IBOIH DI PULAU WEH

Menikmati Keindahan Pantai Iboih Di Pulau Weh  


Pantai Iboih

AdeevaTravel -Tak di pungkiri bahwa Aceh banyak dianugerahi pantai-pantai nan indah dan menawan yang tak kalah dengan pantai-pantai lainnya di Indonesia. Salah satunya adalah Pantai Iboih. Pantai dengan pasir putih dan air laut yang begitu jernih serta suasananya yang begitu tenang menjadikan pantai ini sebagai tempat liburan terbaik buat Anda dan keluarga.



Pantai yang terletak di sebelah barat Pulau Weh, Aceh atau tepatnya berada di Kelurahan Iboih, Kecamatan Sukakarya, Sabang, Nagroe Aceh Darusalam menawarkan keindahan bawah laut yang dapat Anda nikmati tanpa harus berenang sekalipun. Saking jernihnya air laut di Pantai Iboih, Sampai-sampai perahu yang ada di pantai ini digambarkan seolah-olah sedang terbang di atas terumbu karang.

Pantai Iboih

Para wisatawan dapat menikmati keanekaragaman bawah laut dengan berbagai macam spesies ikan dan terumbu karang. Selain itu, Anda juga dapat menikmati keindahan gunung berapi yang berada di bawah permukaan laut. Bagi wisatawan yang ingin merasakan sensasi melihat keindahan bawah laut dan tidak membawa perlengkapan snorkeling, Anda tidak perlu khawatir, karena terdapat persewaan peralatan snorkeling maupun menyelam. Selain itu garis pantai di pantai ini sungguh sangat menawan. Hutan lindung yang tumbuh di pesisir pantai berwarna keemasan dengan bebatuan besar menjadikanpantai ini sebagai surga tersebunyi yang memiliki nuansa tenang dan damai.

Pantai Iboih

Dengan ketenangan yang dimiliki pantai Sumatera ini, Pantai Iboih sangat cocok untuk menyegarkan pikiran. Ketenangan pantai dan kecantikannya nan eksotis, menjadikan suasana pantai ini terasa tenang dan damai. Jika Anda ingin merasakan ketenangan yang lebih lama dan melihat matahari terbit maupun terbenam, Anda bersama keluarga dapat menyewa cottage yang terletak di pinggir pantai.

Untuk dapat berkunjung ke Pantai Iboih, dapat dimulai dari Pelabuhan Ulee Lheue, Provinsi Nangroe Aceh Drusalam. Sesampainya di sana, Anda dapat menggunakan kapal ferry menuju Pelabuhan Balohan, Sabang. Sesampai di Pelabuhan Balohan, Anda bisa menggunakan transportasi umum untuk menuju ke Pantai Iboih.



Selasa, 16 Februari 2016

MENGENAL 10 DESA ADAT DI INDONESIA

Mengenal 10 Desa Adat Di Indonesia  


AdeevaTravel -Mengenal Desa Adat menjadi tempat yang tepat untuk mengenal lebih dalam budaya dan kehidupan masyarakat setempat. Dengan rumah-rumah yang masih berstruktur tradisional serta pakaian sampai barang-barang yang dipergunakan di kehidupan sehari-hari. 

Buat Anda yang ingin Mengenal Desa Adat Di Indonesia, Berinteraksilah secara langsung dengan masyarakat Desa Adat ini untuk mengetahui secara langsung kehidupan mereka seperti di Desa Adat Kampung Naga, Tasikmalaya, Kampung Tarung di Sumba Barat atau Desa Terunyan di Propinsi Bali.

Berikut Desa Adat Di Indonesia yang perlu Anda sambangi untuk lebih mengenal kehidupan mereka dari dekat.

1. Desa Adat Kampung Naga, Tasikmalaya.



Desa Adat Kampung Naga, Tasikmalaya.

Kampung Naga merupakan suatu perkampungan yang dihuni oleh sekelompok masyarakat yang sangat kuat dalam memegang adat istiadat peninggalan leluhurnya, dalam hal ini adalah adat Sunda. Seperti permukiman Badui, Kampung Naga menjadi objek kajian antropologi mengenai kehidupan masyarakat pedesaan Sunda pada masa peralihan dari pengaruh Hindu menuju pengaruh Islam di Jawa Barat.

Kampung Naga merupakan sebuah kampung adat yang masih lestari. Masyarakatnya masih memegang adat tradisi nenek moyang mereka. Mereka menolak intervensi dari pihak luar jika hal itu mencampuri dan merusak kelestarian kampung tersebut. Namun, asal mula kampung ini sendiri tidak memiliki titik terang. Tak ada kejelasan sejarah, kapan dan siapa pendiri serta apa yang melatarbelakangi terbentuknya kampung dengan budaya yang masih kuat ini. Warga kampung Naga sendiri menyebut sejarah kampungnya dengan istilah "Pareum Obor". Pareum jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, yaitu mati, gelap. Dan obor itu sendiri berarti penerangan, cahaya, lampu. Jika diterjemahkan secara singkat yaitu, Matinya penerangan. Hal ini berkaitan dengan sejarah kampung naga itu sendiri. Mereka tidak mengetahui asal usul kampungnya. Masyarakat kampung naga menceritakan bahwa hal ini disebabkan oleh terbakarnya arsip/ sejarah mereka pada saat pembakaran kampung naga oleh Organisasi DI/TII Kartosoewiryo. Pada saat itu, DI/TII menginginkan terciptanya negara Islam di Indonesia. Kampung Naga yang saat itu lebih mendukung Soekarno dan kurang simpatik dengan niat Organisasi tersebut. Oleh karena itu, DI/TII yang tidak mendapatkan simpati warga Kampung Naga membumihanguskan perkampungan tersebut pada tahun 1956.

2. Desa Adat Kampung Tarung, Sumba Barat



Desa Adat Kampung Tarung, Sumba Barat

Desa adat tempat tinggal suku Loli ini terletak diatas bukit dikelilingi batu-batu besar tak jauh dari pusat ekonomi Waikabubak. Bagi suku Loli desa Tarung tidak hanya merupakan tempat tinggal, tetapi juga berfungsi sebagai institusi sosial dan keagamaan.
Tata letak desa ini terdiri dari rumah-rumah (uma) yang memanjang dibagian tengah perumahan terdapat kuburan megalitik atau makam dari batu yang disebut Waruga. Tat letak tersebut menjadi symbol kosmologi lokal. 


Arsitektur vernakular yang menjadi pencakar langit di Desa Tarung adalah Uma atau rumah adat Sumba dengan struktur segi empat, di atas panggung yang ditopang tonggak-tonggak kayu. Umumnya rumah adat dibangun dengan kerangka utama tiang turus (kambaniru ludungu) sebanyak 4 batang, dan 36 batang tiang (kambaniru) berupa struktur portal dengan sambungan pen umunya memakai kayu mosa, kayu delomera, dan kayu masela. Sedang sambungan atap memakai ikatan baik dengan usuk maupun penutup atap dari ilalang (Imperata cylindrica). 

Sistem struktur yang sederhana ini berkaitan dengan tidak dikenalnya alat pertukangan selain parang dan kampak karena orang Sumba baru mengenal logam ketika Portugis mampir kesana.

3. Desa Adat Terunyan, Bali 



Desa Adat Terunyan, Bali

Terunyan adalah sebuah desa yang berada di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Indonesia. Masyarakat di desa ini mempunyai tradisi pemakaman dimana jenazah yang di makamkan di atas batu besar yang memiliki cekungan 7 buah. 

Adat Desa Terunyan mengatur tata cara menguburkan mayat bagi warganya. Di desa ini ada tiga kuburan (sema) yang diperuntukan bagi tiga jenis kematian yang berbeda. Apabila salah seorang warga Terunyan meninggal secara wajar, mayatnya ditutupi kain putih, diupacarai, kemudian diletakkan tanpa dikubur di bawah pohon besar bernama Taru Menyan, di sebuah lokasi bernama Sema Wayah. Namun, apabila penyebab kematiannya tidak wajar, seperti karena kecelakaan, bunuh diri, atau dibunuh orang, mayatnya akan diletakan di lokasi yang bernama Sema Bantas. Sedangkan untuk mengubur bayi dan anak kecil, atau warga yang sudah dewasa tetapi belum menikah, akan diletakan di Sema Muda (Rumah Miarta Yasa).

Penjelasan mengapa mayat yang diletakan dengan rapi di sema itu tidak menimbulkan bau padahal secara alamiah, tetap terjadi penguraian atas mayat-mayat tersebut ini disebabkan pohon Taru Menyan tersebut, yang bisa mengeluarkan bau harum dan mampu menetralisir bau busuk mayat. Taru berarti pohon, sedang Menyan berarti harum. Pohon Taru Menyan ini, hanya tumbuh di daerah ini. Jadilah Tarumenyan yang kemudian lebih dikenal sebagai Terunyan yang diyakini sebagai asal usul nama desa tersebut.

4. Desa Adat Blahkiuh, Bali



 Desa Adat Blahkiuh, Bali

Desa Adat Blahkiuh merupakan ibu kota dari Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Provinsi Bali yang memiliki aset kesenian yang tersohor di Bali seperti Tari Kecak, Parwa, Arja Basur, Joged Bumbung, dan seni ukiran.

Tempat suci umum yang terdapat di Desa Adat Blahkiuh antara lain Pura Desa, Pura Dalem, Pura Puseh, Pura Dalem Suargan, Pura Dalem Pancer, Pura Dalem Majapahit, Pura Luhur Giri Kusuma

5. Desa Adat Compang Ruteng, Flores



Desa Adat Compang Ruteng, Flores

Desa Compang Ruteng terletak di Desa Pu'u Ruteng, Kecamatan Golo Dukal, Manggarai, Flores, Nus Tenggara Timur. Desa ini dinamai Compang Ruteng karena adanya batu compang itu dan sebuah pohon beringin besar dan tumbuh di tengah-tengah batu compang tersebut, meskipun saat ini pohon beringin tersebut sudah tidak ada lagi dan digantikan dengan pohon dadap.

Desa Compang Ruteng ini masih mempertahankan tradisinya yang eksotis. Salah satu ciri khas di Desa Compang Ruteng ini adalah masih terdapat batu compang, sebutan untuk altar batu yang seringkali ditemukan di halaman rumah adat tradisional masyarakat Manggarai. Salah satu fungsi batu compang ini adalah sebagai tempat untuk menyembelih hewan kurban semisal sapi atau kerbau.

Sebagai desa tradisional, Anda yang datang bisa menikmati eksotisme salah satu kekayaan budaya Indonesia, dengan langsung berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Pengunjung atau wisatawan juga bisa memasuki rumah tradisional yang disebut dengan Rumah Gendang dan mengamati secara detail struktur, karakteristik, atau ciri khas rumah adat masyarakat Manggarai. Pengunjung akan disambut dengan upacara tadisional penyambutan tamu, dan pengunjung harus mematuhi dan mengikuti serangkaian proses ritual masyarakat Manggarai.

6. Desa Adat Pariangan, Tanah Datar



Desa Adat Pariangan, Tanah Datar

Pariangan merupakan nagari di kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Nagari ini terletak di lereng Gunung Marapi pada ketinggian 500-700 meter di atas permukaan laut. Menurut Tambo Minangkabau Pariangan merupakan nagari tertua di ranah Minang.

Di nagari ini termasuk yang terbaik dalam menjaga rumah adat tradisional yang disebut rumah gadang (Bahasa Minang, rumah besar), sehingga sampai sekarang masih dijumpai banyak yang terawat dengan baik. Pada nagari ini juga masih dijumpai surau, yang masih menjadi tempat tinggal komunal untuk pria yang belum menikah.

Dan pada bagian tengah dari nagari ini masih berdiri sebuah masjid tradisional yang cukup besar yang diperkirakan sudah ada di awal abad kesembilan belas, di mana pada masjid tersebut terdapat tempat mandi umum berair panas yang masih digunakan sampai sekarang. Di Nagari ini juga terdapat situs cagar budaya baru Tungku Tigo Sajarangan.

Pada Mei 2012, Nagari (desa) Pariangan terpilih sebagai salah satu dari lima desa terindah di dunia versi Budget Travel, sebuah majalah pariwisata internasional.

7. Desa Adat Sade, Lombok Tengah



Desa Adat Sade, Lombok Tengah

Sade adalah salah satu dusun di desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah. Dusun ini dikenal sebagai dusun yang mempertahankan adat suku Sasak. Suku Sasak Sade sudah terkenal di telinga wisatawan yang datang ke Lombok. Ya, Dinas Pariwisata setempat memang menjadikan Sade sebagai desa wisata. Ini karena keunikan Desa Sade dan suku Sasak yang jadi penghuninya.

Sebagai desa wisata, Sade punya keunikan tersendiri. Bisa dibilang, Sade adalah cerminan suku asli Sasak Lombok. Yah, walaupun listrik dan program Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dari pemerintah sudah masuk ke sana, Desa Sade masih menyuguhkan suasana perkampungan asli pribumi Lombok.

Hal itu bisa dilihat dari bangunan rumah yang terkesan sangat tradisional. Atapnya dari ijuk, kuda-kuda atapnya memakai bambu tanpa paku, tembok dari anyaman bambu, dan langsung beralaskan tanah.

Uniknya, warga desa punya kebiasaan khas yaitu mengepel lantai menggunakan kotoran kerbau. Jaman dahulu ketika belum ada plester semen, orang Sasak Sade mengoleskan kotoran kerbau di alas rumah. Sekarang sebagian dari kami sudah bikin plester semen dulu, baru kemudian kami olesi kotoran kerbau.

Konon, dengan cara begitu lantai rumah dipercaya lebih hangat dan dijauhi nyamuk. Bayangkan saja, kotoran itu tidak dicampur apa pun kecuali sedikit air.

8. Desa Adat Simarasa, Sukabumi



Desa Adat Simarasa, Sukabumi

Sirnarasa adalah desa di kecamatan Cikakak, Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia. Berjarak kurang lebih 30 km dari Kota Palabuhanratu, 

Sirnarasa merupakan salah satu desa tradisional Sunda yang masih memegang adat dengan kuat. Secara budaya, Sirnarasa termasuk ke dalam wilayah Kasepuhan Ciptagelar, wilayah adat Banten Kidul. Di wilayah adat Kasepuhan ini, banyak kegiatan-kegiatan pertanian –terutama yang terkait dengan budidaya padi– yang harus mengikuti ketentuan-ketentuan adat. Salah satu upacara besar yang menarik perhatian publik, bahkan sering dianggap sebagai atraksi wisata kultural yang langka, adalah kegiatan Seren Taun sebagai perwujudan rasa terima kasih petani atas karunia Tuhan berupa keberhasilan panen. Seren Taun biasanya diselenggarakan di sekitar bulan Juli-Agustus. 

9. Desa Adat Toraja Sillanan


Desa Adat Toraja Sillanan

Sillanan adalah nama sebuah perkampungan tradisional masyarakat Toraja. Di tempat ini terdapat bangunan-bangunan megalit berupa menhir maupun kubur batuyang berkaitan dengan tradisi dan upacara-upacara adat masyarakat Toraja yang hingga kini masih diselenggarakan. Dari upacara-upacara adat itu, wisatawan akan mendapatkan gambaran mengenai fungsi dan peranan peninggalan-peninggalan bersejarah tersebut terhadap kehidupan masyarakat setempat. Beberapa rumah tongkonan dan lumbung padi yang berusia sangat tua pun masih bisa ditemukan di sini, sementara beberapa diantaranya sudah direnovasi akibat termakan usia.

10. Desa Adat Wai Rebo, NTT


Desa Adat Wai Rebo, NTT

Wae Rebo adalah sebuah desa adat terpencil dan misterius di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Di kampung ini hanya terdapat 7 rumah utama atau yang disebut sebagai Mbaru Niang. Menurut legenda masyarakatnya, nenek moyang mereka berasal dari Minangkabau, Sumatera.

Banyak wisatawan maupun peneliti yang berlama-lama di Wae Rebo untuk mencari tahu asal-muasal dan keunikan dari arsitektur yang ada di sana. Daya tarik lain tentu saja, masyakarat yang sangat terbuka namun kental adat, juga panorama yang tak pernah habis pesona.

Bagi para penggemar wisata alam ataupun wisata budaya, Mengenal 10 Desa Adat diatas  bisa dijadikan sebagai alternatif destinasi wisata terbaik di Indonesia dan tentunya masih banyak lagi desa-desa adat terbaik lainnya yang ada di Indonesia yang belum kami sajikan buat Anda..

 

Minggu, 14 Februari 2016

MENIKMATI KEINDAHAN TAMAN NASIONAL LORENZ DI PAPUA

Menikmati Keindahan Taman Nasional Lorenz Di Papua  



Menikmati Keindahan Taman Nasional Lorenz Di Papua

AdeevaTravel -Taman Nasional Lorenz adalah salah satu  Taman Nasional Terindah Di Papua, Indonesia. Taman seluas 2,4 juta ha ini merupakan Taman Nasional terluas di Indonesia dan Asia Tenggara. 



Taman Nasional Lorenz merupakan perwakilan dari ekosistim terlengkap untuk kenaekaragaman hayati di Asia Pasifik. Taman Nasional Lorenz juga merupakan salah satu dari tiga Taman Nasional di dunia yang memiliki gletser di daerah tropis. 

Taman Nasional Lorenz

Taman Nasional ini membentang dari puncak gunung bersalju Jaya Wijaya setinggi 5.030 mdpl  hingga membujur ke pesisir pantai dengan Hutan Bakau dan batas tepi perairan Laut Arafura yang banyak terdapat spektrum ekologis menakjubkan seperti Vegetasi alpin, sub-alpin, montana, sub-montana, dataran rendah serta lahan basah.

Selain memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, Taman Nasional Lorenz juga memiliki kekhasan dan keunikan tersendiri seperti adanya Gletser di Puncak Jaya Wijaya dan juga adanya sungai yang menghilang beberapa kilometer ke dalam tanah di Lembah Baliem.

 Di Taman Nasional Lorenz ini Anda dapat menemukan 34 vegetasi yang diantaranya adalah Hutan Rawa, Hutan Tepi Sungai, Hutan Salju, Hutan Gambut, Pantai Pasir Karang, Hutan Hujan, Lahan Datar, Hutan Kerangas, Hutang Pegunungan, Padang Rumput hingga Lumut Kerak.

Burung Cendrawasih Ekor Panjang
Flora dan Fauna di Taman Nasional ini juga sangat beragam. Di taman ini Anda dapat menemukan tumbuhan Nipah (Nypa fruticans), Bakau (Rhizophora apiculata), Pandanus julianettii, Colocasia esculenta, Avicennia marina, Podocarpus pilgeri, dan Nauclea coadunata serta 630 jenis burung seperti Burung Langka Kastuari, 4 Megapoda, 31 jenis Burung Merpati, 30 jenis Burung Kakatua, 13 jenis Burung Udang, 29 jenis Burung Madu dan 20 jenis Burung Endemik seperti Burung Cendrawasih Ekor Panjang (Paradigalla caruneulata) dan Burung Puyuh Salju (Anurophasis monorthonyx) serta 123 jenis mamalia seperti Babi Duri Moncong Panjang (Zaglossus bruijnii), Babi Duri Moncong Pendek (Tachyglossus aculeatus), 4 Jenis Kuskus, Walabi, Kucing Hutan hingga Kanguru Pohon.

Taman Nasional Lorenz, selain memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi juga memiliki keanekararagaman budaya yang sangat mengagumkan. Di taman ini juga merupakan tempat Suku Nduga, Suku Dani Barat, Suku Amungme Suku Sempan dan Suku Asmat dan kemungkinannya masih ada lagi suku -suku lainnya yang hidup terpencil di hutan belantara ini yang diperkirakan telah ada sejak 30.000 tahun yang lalu.

Suku Asmat

Lorenz yang ditunjuk sebagai Taman Nasional pada tahun 1997 di jadikan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1999 sayangnya belum semua sarana serta fasilitas untuk kemudahan para pengunjung masih sangat terbatas dan objek serta daya tarik wisata alam yang ada di Taman Nasional Lorenz ini belum dikembangkan dengan baik.

Peta Papua

Untuk berkunjung Ke Taman Nasional Lorenz Dari kota Timika ke bagian Utara kawasan menggunakan penerbangan perintis dan ke bagian Selatan menggunakan kapal laut melalui Pelabuhan Sawa Erma, dilanjutkan dengan jalan setapak ke beberapa lokasi. Dari kota Wamena ke bagian selatan kawasan menggunakan kendaraan mobil menuju Danau Habema, dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju Puncak Trikora