Rabu, 14 Oktober 2015

7 PUNCAK TERTINGGI DI DUNIA IMPIAN PARA PENDAKI

7 Puncak Tertinggi Di Dunia Impian Para Pendaki  (The Seven Summits)


The Seven Summits

AdeevaTravel-The Seven Summits merupakan kegiatan pendakian menuju 7 Puncak Tertinggi di masing-masing benua yang ada di bumi. Orang pertama yang mampu mendaki 7 Puncak Tertinggi Di Dunia Impian Para Pendaki adalah seorang pria berkebangsaan Amerika Serikat bernama Daniel Bass. Ia menyelesaikan pendakian ke-7 Puncak Tertinggi Di Dunia pada 30 April 1985 setelah menaklukan Mount Everest. 

Berikut 7 Puncak Tertinggi Di Dunia Impian Para Pendaki yang masuk dalam The Seven Summits.

1. Gunung Everest (8.850 mdpl), Nepal


Gunung Everest (8.850 mdpl), Nepal

Gunung Everest adalah gunung tertinggi di dunia dengan puncaknya mencapai 8.850 mdpl. Gunung yang terletak antara Nepal dan Tibet.  Di Nepal gunung ini di sebut Sagarmatha yang berarti kepala langit. Sedangkan dalam bahasa Tibet gunung ini di sebut Chomolangma atau Bunda Semesta.

Gunung ini mendapatkan nama Everest di ambil dari nama Sir George Everest yang diberikan oleh Sir Andrew Waugh surveyor general India berkebangsaan Inggris penerus Everest. Puncak Everest merupakan salah satu dari Tujuh Puncak Tertinggi di Dunia.

Gunung Everest pertama kali di ukur pada tahun 1856 dengan ketinggian 8.839 mdpl. tetapi dinyatakan setinggi 8.840 mdpl yang menunjukkan bahwa pada masa itu ketinggian yang tepat sebesar 29.000 kaki akan di anggap perkiraan yang di bulatkan. Perkiraan umum yang di gunakan saat ini adalah 8.850 mdpl yang di peroleh melalui bacaan Sistim Posisi Global (GPS). Gunung ini masih terus bertambah tinggi seiring pergerakan Lempeng Tektonil di kawasan tersebut. 

2. Gunung Aconcagua (6.962 mdpl), Argentina


Gunung Aconcagua (6.962 mdpl), Argentina

Aconcagua merupakan sebuah gunung yang terletak di Argentina, Amerika Latin dekat dengan perbatasan Cile.  Gunung Aconcagua memiliki ketinggian 6.962 mdpl dan merupakan gunung terbesar di benua Amerika. Orang pertama yang mendaki gunung ini adalah Matthias Zurbrigge pada tahun 1977.

3. Mount  Denali  (6.194 mdpl), Alaska


Mount  Denali  (6.194 mdpl), Alaska

Mountain Denali di Alaska, Amerika Serikat, Amerika Utara setinggi : 6.194 meter atau 20.320 kaki. Denali adalah gunung tertinggi di Amerika sebelumnya gunung ini bernama Gunung McKinley di ambil dari nama Presiden AS William McKinley tetapi dinamakan kembali Denali pada tahun 1980. Gunung Denali dikenal karena cuaca dingin, mengandung 5 gletser besar. Satu termometer yang tersisa di gunung selama lebih dari 19 tahun tercatat bahwa pernah mencapai -73.3C (-100F). Penyakit ketinggian parah juga lazim pada lintang Denali karena jauh lebih tinggi. Sebuah gunung seperti Denali di equater akan memiliki sekitar 47% lebih banyak oksigen pada puncak, dibandingkan dengan permukaan laut.

4. Kilimanjaro (5.895 mdpl), Tanzania


Kilimanjaro (5.895 mdpl), Tanzania

Kilmanjaro adalah sebuah gunung yang terletak di timur laut Tanzania. Gunung ini adalah gunung tertinggi di dunia yang berdiri bebas. Tingginya mencapai 5.895 mdpl bila di ukur dari kaki gunung,

Puncak Kilimanjaro sekaligus sebagai puncak tertinggi di Afrika dengan ketinggian 5.895 mdpl. Gunung ini juga di sebut Kilima Dscharo atau Oldoinyo Oibor yang berarti Gunung Putih dalam bahasa Masai.

Kilimanjaro adalah gunung api strato raksasa yang sekarang sudah tidak aktif lagi namun memiliki fumarol yang mengeluarkan gas di kawahnya yang terletak di puncak utamanya Kibo. Di Tanzania puncak Kibo dikenal sebagai Uhuru. Pada tahun 2003, vulkanolog Jerman yang bernama Volker Lorenz memperkirakan es cair terdapat di bawah permukaan kawah pada kedalaman 121.9 meter.    

Titik tertinggi adalah Puncak Uhuru yang tingginya 5.895 meter, dan merupakan salah satu dari Tujuh Puncak Gunung Tertinggi Dunia. Di atasnya terdapat kawah yang lebarnya 2,4 kilometer. Johannes Kinyala Lauwo dari korps pengintai angkatan darat Marangu adalah orang pertama yang berhasil mencapai Puncak Uhuru, dan berhasil mendakinya berulang-ulang hingga 9 kali. Orang asing pertama yang berhasil mencapai Puncak Uhuru adalah Hans Meyer, pendaki dari Jerman, dan Ludwig Purtscheller pendaki dari Austria. Mereka berdua dipandu Johannes Lauwo sampai ke Puncak Uhuru pada 6 Oktober 1889. Dua puncak Kilimanjaro yang lain adalah Puncak Mawenzi (5.149 m) dan Puncak Shira (3.962 m). Puncak Mawenzi adalah puncak ke-3 tertinggi di Afrika setelah Gunung Kenya. Pada tahun 1889, pemerintah Jerman memberi hadiah rumah bagi Johannes Lauwo di Ashira Marangu atas jasanya sebagai pemandu dalam ekspedisi yang dipimpin Hans Meyer. Kerabat Johannes Lauwo yang bernama Trilas Lauwo (1952-) juga menjadi wanita Tanzania pertama yang mencapai Puncak Uhuru lewat rute Mweka pada tahun 1972.
 
Pendakian Puncak Mawenzi memerlukan keterampilan panjat tebing sekaligus panjat perbukitan es dan salju. Pendakian ke Puncak Uhuru terbilang tidak ruwet, tapi perlu waktu yang cukup untuk melakukan aklimatisasi agar tidak terkena penyakit ketinggian. Tiga rute termudah: Marangu, Rongai, dan Machame, bahkan bisa didaki siapa saja yang berbadan sehat tanpa perlu pengalaman mendaki gunung. Pendaki dianjurkan membawa obat-obatan untuk mencegah penyakit ketinggian yang diminum ketika sedang sakit kepala akibat ketinggian. Pendaki yang mengambil rute Marangu biasanya perlu 4-5 hari untuk sampai di puncak.


5. Mount Elbrus (5.642 mdpl), Rusia


Mount Elbrus (5.642 mdpl), Rusia


Mount Elbrus  merupakan sebuah gunung di Rusia, dekat perbatasan Georgia. Gunung ini terletak di bagian selatan di negara itu. Gunung ini memiliki ketinggian 5.642 mdpl (18.510 kaki) dan merupakan gunung terbesar di Rusia.

Orang pertama yang mendaki di gunung itu ialah Florence Crauford Grove, Frederick Gardner, Horace Walker, Peter Knubel, dan Ahiya Sottaiev pada tahun 1874.

6. Vinson Massif (4.892 mdpl), Antartika


Vinson Massif (4.892 mdpl), Antartika

Vinson Massif  adalah massif gunung besar yang 21 km (13 mil) panjang dan 13 km (8,1 mil) dan lebar terletak dalam Sentinel Rentang Ellsworth Mountains. 
Itu menghadap Ronne Ice Shelf dekat pangkal Semenanjung Antartika. Massif ini terletak sekitar 1.200 kilometer (750 mil) dari Kutub Selatan. 

Vinson Massif ditemukan pada Januari 1958 oleh pesawat Angkatan Laut AS. Pada tahun 1961, Vinson Massif diberi nama oleh USACAN, untuk Carl G. Vinson, Georgia Kongres atas dukungannya untuk eksplorasi Antartika. Pada 1 November 2006, USACAN menyatakan Gunung Vinson Massif dan Vinson menjadi entitas yang terpisah.

Gunung Vinson adalah puncak tertinggi di Antartika, dengan ketinggian  4892 meter (16.050 kaki). Terletak di bagian utara dari Vinson Massif pertemuan puncak dataran tinggi di bagian selatan dari punggungan utama dari Sentinel Rentang sekitar 2 kilometer (1,2 mil) utara dari Hollister Peak. 

Sebuah ekspedisi pada tahun 2001 adalah pertama untuk mendaki melalui rute Timur, dan juga mengambil pengukuran GPS dari ketinggian puncak.  Pada Februari 2010, 1.400 pendaki telah berusaha untuk mencapai puncak Gunung Vinson.

7. Puncak Jaya (4.884 mdpl), Indonesia


Puncak Jaya (4.884 mdpl), Indonesia

Puncak Jaya adalah sebuah puncak yang menjadi bagian dari Barisan Sudirman yang terletak di Propinsi Papua, Indonesia. Puncak Jaya mempunyai ketinggian 4.884 mdpl dan di sekitarnya terdapat Gletser Cartensz. Satu-satunya Gletser Tropika di Indonesia yang kemungkinan besar akan segera lenyap akibat pemanasan global.

Puncak Jaya merupakan Gunung tertinggi di Indonesia dan kawasan Oceania. Puncak Jaya juga merupakan salah satu dari tujuh puncak tertinggi di dunia. 


Selasa, 13 Oktober 2015

MENIKMATI KEINDAHAN AIR TERJUN MADAKARIPURA DI PROBOLINGGO

Menikmati Keindahan Air Terjun Madakaripura Di Probolinggo


air terjun madakaripura

AdeevaTravel-Air Terjun Madakaripura adalah sebuah air terjun yang terletak di Kecamatan Lumbangm Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Indonesia. Air terjun ini termasuk ke dalam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur. Air terjun dengan ketinggian 200 meter ini menjadikan Air Terjun Madakaripura sebagai air terjun tertinggi di Pulau Jawa serta air terjun tertinggi kedua di Indonesia setelah Air Terjun. 

air terjun madakaripura

Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 200 m dan berbentuk ceruk yang dikelilingi tebing-tebing yang menjulang tinggi yang meneteskan air membentuk tirai pada seluruh bidang tebingnya seperti layaknya sedang hujan, 3 di antaranya bahkan mengucur deras membentuk air terjun lagi. Ada sekitar lima terjunan air di lokasi ini dengan air terjun utama berada di ujung sebuah ruangan berbentuk lingkaran berdiameter sekitar 25 m. 

Air Terjun Madakaripura

Di balik air terjun utama terdapat sebuah goa dimana untuk mencapainya sangat sulit karena harus melewati kolam air seluas 25 m2 yang ada tepat di bawah air terjun tersebut.  Kedalaman kolam ini sekitar 7 m dan memiliki arus air yang sangat deras.

Menurut penduduk setempat nama Madakaripura berarti ‘tempat terakhir’ yang diambil dari cerita pada jaman dahulu, konon Patih Gajah Mada menghabiskan akhir hayatnya dengan bersemedi di lokasi air terjun ini (di sebuah goa di air terjun utama tersebut).  Cerita ini didukung dengan adanya arca Gajah Mada di tempat parkir area tersebut.

Pemandangan Air Terjun Madakaripura

Menikmati keindahan Air Terjun Madakaripura di Probolinggo ini adalah salah satu hal yang harus Anda lakukan oleh para traveller yang ingin berkunjung di Jawa Timur. Perjalanan ke Air Terjun Madakaripura sangat indah dan memanjakan mata dengan pemandangan pohon-pohon yang besar, udara yang segar serta sungai-sungai yang sangat menantang. 


Patung Gajah Mada

Air Terjun Madakaripura yang konon sebagai tempat bersemedi Patih Gajah Mada pada zaman Kerajaan Majapahit merupakan air terjun abadi. Karena air terjun ini memiliki aliran yang tidak pernah berhenti walaupun pada musim kemarau panjang sekalipun.

Sejauh mata memandang horizon di sana, Air Terjun Madakaripura laksana tersimpan dalam tabung kokoh berketinggian 200 meter. Suasana alami dan sejuk ditambah lumut-lumut basah yang tumbuh di dinding lembab membawa sebuah kesan mistis, terutama bagi mereka yang mengetahui latar belakang air terjun ini.

Arus sungai di Air Terjun Madakaripura

Menyaksikan keindahan panorama serta mengabadikan momen dengan kamera adalah cara terbaik untuk menikmati pesona Air Terjun Madakaripura. Air terjun yang terus-menerus mengalirkan curah air bepadu indah dengan lumut berkilauan akibat terkena sinar matahari. Tatkala Anda menengadahkan kepala ke arah langit, Anda dapat meresapi pesona indah yang dimilikinya.

Jika para traveller ingin berkunjung ke Air Terjun Madakaripura ini di sarankan untuk membawa jas hujan dan sepatu yang kuat karena di pastikan Anda akan basah kuyup terkena percikan serta guyuran air terjun. 

Beberapa fasilitas juga tersedia di tempat ini seperti adanya Masjid, WC Umum, warung makan serta penyedia jasa penyewaan payung. Apabila Anda berkeinginan menggunakan jasa pemandu (guide) Anda bisa mendapatkannya dengan mengeluarkan biaya sekitar Rp. 50.000,- untuk sekali jalan.

Menurut legenda jawa kuno, yang tertulis dalam Kitab Negarakertagama, Madakaripura awalnya adalah sebidang tanah yang di hadiahkan Raja Majapahit (Hayam Wuruk) kepada Patih Gajah Mada. Dan tempat ini konon Patih Gajah Mada menghilang secara fisik atau spiritual atau moksa dari muka bumi. Untuk itu di sekitar Air Terjun Madakaripura terdapat Patung Gajah Mada. Menurut penduduk sekitar, air terjun ini juga di anggap sebagai Air Suci  atau Tirta Sewana dan oleh para penduduk Suku Tengger air terjun ini digunakan sebagai proses upacara Medhak Tirta yang diadakan setiap tahun di kaki Gunung Bromo.  

Rute menuju Air Terjun Madakaripura

Perjalanan menuju Air Terjun Madakaripura dapat ditempuh melalui jalur Surabaya. Tetapi agar lebih mudah, Anda sebaiknya menyewa mobil di Malang atau Surabaya. Bila tidak ingin repot, Anda dapat mengambil paket wisata ke Gunung Bromo yang juga memasukkan destinasi Air Terjun Madakaripura di dalamnya.

Perjalanan dari kota Surabaya menuju Probolinggo memakan waktu kurang lebih 3 jam, Anda akan melewati rute Sidoarjo – Porong – Pasuruan – Probolinggo.
 
Sesampainya di Probolinggo, Anda dapat melanjutkan perjalanan ke sebuah daerah bernama Tongas. Di sana, Anda akan menjumpai sebuah pertigaan dengan patokan tugu kecil di tengahnya. Ada penunjuk arah ke lokasi Air Terjun Madakaripura dan Gunung Bromo. Dari sana, perjalanan masih akan berlangsung sekitar 30 menit sebelum penunjuk arah berikutnya terlihat. Anda hanya perlu mengikuti penunjuk jalan tersebut hingga sampai di lokasi.

  

Senin, 12 Oktober 2015

MENJELAJAHI TAMAN NASIONAL KERINCI SEBLAT

Menjelajahi Taman Nasional Kerinci Seblat   



Taman Nasional Kerinci Seblat

AdeevaTravel-Taman Naional Kerinci Seblat adalah taman nasional terluas di Pulau Sumatera, Indonesia dengan luas sekitar 13.750 km persegi. Taman Naional ini membentang dari Propinsi Jambi, Propinsi Bengkulu, Sumatera Barat hingga Sumatera Selatan. 

Taman Nasional ini terdiri dari Pegunungan Bukit Barisan, Gunung Kerinci setinggi 3.805 mdpl dan juga terdapat mata air panas, sungai-sungai yang mengalir deras, gua, air terjun serta danau tertinggi di Asia Tenggara yaitu Danau Gunung Tujuh.

Taman Nasional Kerinci Seblat pada umumnya terdiri dari hutan primerdengan tipe vegetasi utama di dominasi oleh formasi:
  • Vegetasi dataran rendah
  • Vegetasi pegunungan atau bukit
  • Vegetasi montana
  • Vegetasi belukar gleichenia atau paku-pakuan
  • Vegetasi sub alpine
Taman Nasional Kerinci Seblat juga banyak di huni flora dan fauna langka, Sekitar 4.000 spesies fauna (63 famili) tumbuh di taman nasional ini pada ketinggian 500-2000 dpl di dominasi oleh tumbuhan famili Fagaceae, Erycaceae dan semak-semak sub alpin dari jenis Vaccinium dan Rhododendron. Dipterocarpaceae, Leguminosae, Lauraceae, Myrtaceae, Bommacaceae, Moraceae, Anacardiaceae, Myristicaceae, Euphorbiaceae dan Meliaceae.

Fauna Taman Nasional Kerinci Seblat

Beberapa jenis vegetasi yang khas di Taman Nasional Kerinci Seblat antara lain : Histiopteris insica (tumbuhan berpembuluh tertinggi) berada di dinding kawah Gunung Kerinci, berbagai jenis Nepenthes sp, Pinus mercusii strain Kerinci, Kayu pacat (Harpullia arborea), Bunga Raflesia (Rafflesia arnoldi), Agathis sp. 

Hasil penelitian Biological Science Club (BScC) pada tahun 1993 di daerah buffer zone ditemukan 115 jenis vegetasi ethnobotanical yang banyak digunakan masyarakat setempat untuk berbagai keperluan seperti untuk obat-obatan, kosmetik, makanan, anti nyamuk dan keperluan rumah tangga.

Fauna yang tedapat dalam Taman Nasional Kerinci Seblat tercatat 42 jenis mammalia (19 famili), diantaranya : Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis), Macan dahan (Neopholis nebulosa), Harimau Loreng Sumatera (Panthera tigris sumatrensis), Kucing emas (Felis termminnckii), Tapir (Tapirus indica), Kambing Hutan (Capricornis sumatrensis); 10 jenis reptilia; 6 jenis amphibia, antara lain: Katak Bertanduk (Mesophyrs nasuta), 6 jenis primata yaitu : Siamang (Sympalagus syndactylus) Ungko (Hylobates agilis), Wau-wau Hitam (Hylobates lar), Simpai (Presbytis melalobates), Beruk (Macaca nemestrina) dan Kera Ekor Panjang (Macaca fascicularis). Di samping itu sudah tercatat 306 jenis burung (49 famili), diantaranya 8 jenis burung endemik seperti : Tiung Sumatera (Cochoa becari), Puyuh Gonggong (Arborophila rubirostris), Celepuk (Otus stresemanni), Burung Abang Pipi (Laphora inornata). 

Taman Nasional Kerinci Seblat

Pada umumnya Taman Nasional Kerinci Seblat bergelombang, berlereng curam dan tajam dengan ketinggian antara 200 hingga 3.805 dpl. Sedangkan curah hujan di Taman Nasional ini cukup tinggi dan merata. Suhu udara di taman nasional ini bervariasi antara 28° C di dataran rendah, 20° C di Lembah Kerinci dan 9° C di puncak Gunung Kerinci. Kelembaban 80-100%. 

Di taman Nasional Kerinci Seblat juga terdapat beberpa objek wisata yang dapat Anda kunjungi seperti:

1. Gunung Kerinci (3.805 meter).


Gunung Kerinci

Gunung ini merupakan gunung tertinggi di Pulau Sumatera dengan ketinggian 3.805 meter yang dapat di daki menuju puncaknya melalui jalan setapak dari Kersik Tuo.

Puncak Gunung Kerinci

2. Danau Gunung Tujuh


Danau Gunung Tujuh

Danau gunung tujuh merupakan kawah mati yang berisi air tawar seluas 1.000 hektar pada ketinggian 1.996 dpl yang dikelilingi oleh tujuh gunung dan merupakan danau air tawar tertinggi di Asia Tenggara. 

3. Bukit Tapan Padang Satwa Inum Raya


Harimau Sumatera

Tempat wisata ini merupakan padang pengembalaan dan habitat asli berbagai jenis mamalia besar seperti Gajah, Harimau, Rusa dan Tapir yang langsung dapat di lihat dari dekat.

4. Gunung Seblat (2.383 meter).


Bunga Raflesia
Gunung Seblat memiliki fenomena alam yang sangat unik dengan adanya padang-padang pengembalaan yang luas dengan berbagai jenis primata di dalamnya. Di gunung ini juga terdapat Bunga Raflesia arnoldi atau Bunga Bangkai. 

 

 

 

 

5. Bukit Gedang Seblat Dan Bukit Kayu Embun

Badak Sumatera

Tempat ini merupakan habitat asli hewan langka Badak Bercula Dua atau Badak Sumatera yang ternacam punah, Gajah Sumatera serta Harimau Sumatera.   

6. Rawas Ulu Rakitan


Air Terjun Taman Nasional Kerinci Seblat

Rawas Ulu Rakitan memiliki potensi berupa air terjun S. Ampar, air terjun S. Keruh, air terjun S. Kerali, air terjun S. Koten dengan dinding-dinding yang terjal dan arus sangat deras yang baik untuk rafting. 

Di Taman Naional Kerinci Seblat Anda juga dapat menikmati Wisata Budaya yang ada di sana seperti melihat budaya Suku Kubu yang masih sangat tradisional, Adat istiadat tanah kerinci, tanah minangkabau, Tanah Bengkulu atau Rejang Lebong serta berbagai aspek seni budaya seperti Pesta Adat Kerinci (Kenduri Seko), tari-tarian klasik, pakaian adat serta pusaka-pusaka adat pada acara pesta adat yang biasa dilakukan setiap tahunnya.

Objek wisata lain yang ada disekitar Taman Nasional Kerinci Seblat antara lain: Taman Pagar Dewa di Bukit Rantau Bitung (Napal Licin) dianggap sebagai tempat keramat masyarakat, Danau Kerinci, Danau Depati empat, Rawa Bento, Air Panas Semurup, Air Panas Ketenong, pengambilan emas secara tradisional di Ketenong, Goa Napal Licin di Kecamatan Rawas Ulu (Sumatera Selatan), Muara Sako (Sumatera Barat) Pusat latihan gajah (PLG) di Ipuh, Pusat Kerajinan Tangan Rotan di Sungai Tutung, Kerajinan Batu Akik di Bengkulu dan Bangko, Pusat Kerajinan Pakaian Tradisional di sungai Penuh dan daerah pesisir. Terdapat kepercayaan masyarakat bahwa di dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat terdapat makhluk dengan ciri-ciri pemalu, berjalan tegak, tidak berekor dan penuh misteri yang sering disebut sebagai "orang pendek" dan "sigung" sebagai penguasa hutan.

Di Taman Nasional Kerinci Seblat, Anda juga dapat melakukan Penelitian dan Pendidikan, Pendakian dan Berkemah, Air Terjun, Pemotretan dan Pembuatan Film serta Rekreasi dan Wisata Alam.

Lokasi Taman Nasional Kerinci Seblat

Taman Nasional Kerinci Seblat juga merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO sebagai bagian dari Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera bersama-sama dengan Taman Nasional Gunung Leuser dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. 

Cara Mencapai Lokasi

Untuk mencapai lokasi dapat ditempuh melalui beberapa cara :
Padang - Tapan - Sungai Penuh (kendaraan darat), 278 km selama 7 jam.
Padang - Muaralabuh - Kersik Tuo, (kendaraan darat), 211 km selama 5-6 jam
Jambi - Sungai Penuh (kendaraan darat), 500 km selama 10 jam.
Bengkulu - Muara Aman (kendaraan darat), selama 4 jam.
Bengkulu - Argamakmur (kendaraan darat), selama 2 jam.
Bengkulu - Lubuk Linggau (kendaraan darat), selama 3 jam.
Palembang - Lubuk Linggau (kendaraan darat), selama 6 jam.
Lubuk Linggau - Muara Rupit - Surulangun - Napal Licin (kendaraan darat), selama 4 jam.
Muara Rupit - napal Licin (kendaraan air), selama 2 jam.


Sumber: wikipedia, pendaki error



MENIKMATI 10 TEMPAT WISATA KULINER DI JOGJA

Menikmati 10 Tempat Wisata Kuliner Di Jogja  


AdeevaTravel-Mari menjelajahi kota Jogjakarta melalui rasa. Cicipi rasa pedas, manis, asam dan asinnya kekayaan kuliner Jogja serta kisah di baliknya.

Daerah yang dikenal sebagai Kota Pelajar ini memang merupakan sebuah tempat yang istimewa. Kota yang sarat dengan budaya dan kulinernya memang sudah sangat terkenal dan populer sebagai tempat Wisata Kuliner di Pulau Jawa.

Banyak sekalai Wisata Kuliner yang ada di Jogjakarta yang menjadi tempat favorit bagi pemburu makanan enak di sekitar Jogjakarta.  Salah satunya adalah Ankringan Lik Man yang terletak di kawasan Stasiun Tugu atau Nasi Goreng Beringharjo yang rasanya tetap terjaga dari tahun 1960-an. 

Berikut 10 Tempat Wisata Kuliner Di Jogja yang perlu Anda cicipi. 

1. Ankringan Lik Man 


Ankringan Lik Man

Angkringan bukanlah istilah asing di Kota Pelajar ini. Angkringan tak hanya menjadi tempat kuliner rakyat yang murah meriah, namun juga menjadi sebuah budaya. Di angkringan, masyarakat bisa berkumpul dan berbincang tentang apa saja, mulai dari sepak bola sampai berita politik terhangat. Angkringan dapat dengan mudah Anda temui di Yogyakarta, namun ada satu angringan yang istimewa yaitu Angkringan Lik Man.

Apa istimewanya Angkringan Lik Man? Angkringan Lik Man merupakan angkringan pertama di Yogyakarta sejak tahun 1969. Menu yang disajikan pun sama dengan angkringan pada umumnya seperti sego (nasi) kucing, sate telur puyuh dan aneka gorengan. Tapi ada yang satu sajian yang berbeda, yaitu Kopi Joss.

Kopi Joss merupakan menu andalan di tempat wisata kuliner ini. Cara penyajian kopi ini sangat unik karena kopi akan dicampur dengan arang yang masih merah membara. Bunyi ‘jooossss’ yang ditimbulkannya inilah yang membuatnya disebut dengan Kopi Joss. Kopi Joss memiliki rasa unik yang khas dan tak dimiliki kopi lainnya. Konon, arang yang dicelupkan ke dalam kopi akan menetralisir kafein sehingga kopi ini aman untuk pencernaan Anda.

Angkringan Lik Man merupakan salah satu tempat wisata kuliner terbaik untuk menikmati Yogyakarta di malam hari. Hanya dengan merogoh kocek sebesar 10.000 – 15.000 Rupiah saja, Anda sudah bisa menikmati Kopi Joss dan nasi kucing dilengkapi dengan lauk sederhana yang tak kalah nikmat.

Alamat: Kawasan Stasiun Tugu, Yogyakarta

2. Gudeg Pawon


Gudeg Pawon

Membicarakan kuliner Yogyakarta, tak lengkap rasanya jika tak menyebut gudeg. Gudeg sudah menjadi kuliner wajib coba jika Anda berkunjung ke Yogyakarta. Kuliner yang terbuat dari daging nangka muda ini banyak ditemui di tempat makan di seluruh pelosok Yogyakarta. Jika ingin menyantap gudeg di tempat yang berbeda, datang saja ke Gudeg Pawon.

Gudeg Pawon merupakan salah satu tempat wisata kuliner istimewa di Yogyakarta. Tempat makan yang sudah berdiri sejak tahun 1958 ini melayani pelanggannya langsung dari dapur atau pawon dalam bahasa Jawa. Anda bisa melihat tungku sederhana yang digunakan untuk memasak gudeg ini. Meskipun tempatnya sederhana, namun kenikmatan gudeg di sini tak bisa diremehkan.

Gudeg Pawon bisa menjadi pilihan tepat bagi Anda yang suka melakukan wisata kuliner di malam hari. Menikmati nasi gudeg ditambah ayam dan segelas teh manis hangat akan menjadi sajian istimewa di tengah dinginnya Yogyakarta di malam hari. Sebaiknya Anda datang sebelum jam buka karena setiap harinya, Gudeg Pawon selalu banjir antrean pembeli.

Alamat: Jalan Dr. Soepomo, Umbulharjo, Yogyakarta.

 3. Nasi Goreng Beringharjo


Nasi Goreng Beringharjo

Nasi goreng memang bisa Anda temui dengan mudah di mana pun, namun tak ada salahnya mencicipi nasi goreng istimewa di Yogyakarta ini. Tempat wisata kuliner ini telah berdiri sejak tahun 1960 dan sampai sekarang, rasa nasi gorengnya tak berubah karena tetap menggunakan resep lawas yang masih terjaga.

Di sini, Anda dapat memesan nasi goreng ayam atau nasi goreng babi. Meskipun ramai pembeli, namun Anda tak perlu menunggu lama sampai pesanan Anda siap. Hal ini dikarenakan nasi goreng telah dimasak dalam jumlah besar, namun tetap disajikan dalam keadaan hangat dan nikmat. Selain nasi goreng, menu lain yang bisa Anda coba adalah bihun goreng, bakmi goreng dan babi kecap.

Selain itu, porsi yang disediakan juga terbilang berbeda. Jika merasa belum kenyang menyantap satu porsi nasi goreng, Anda dapat memesan porsi dengan ukuran 1,5 atau 2 yang disajikan dalam satu piring.

Alamat: jalan Pabringan 1, Yogyakarta

 4. Sate Klathak Pak Pong


Sate Klathak Pak Pong

Tempat wisata kuliner yang satu ini cocok sekali untuk Anda penggemar sate kambing. Sate Klathak Pak Pong menyajikan sate spesial yang tak akan Anda temukan di tempat lain. Sate ini memiliki rasa yang khas dan nikmat. Hal ini didapat dari bumbu sederhana yang digunakannya. Sate Klathak hanya menggunakan garam, merica dan kecap. Tiga bahan minimalis inilah yang membuat sate memiliki rasa yang khas.

Selain bumbu, alat yang digunakan memasak pun berbeda. Jika biasanya daging dibakar dengan menggunakan tusuk sate yang terbuat dari bambu, Pak Pong menggunakan jeruji besi sepeda. Konon, penggunaan jeruji besi ini mampu membuat daging matang merata. Selain itu, hal ini juga terbukti ramah lingkungan karena jeruji besi dapat digunakan berkali-kali, tak seperti tusuk sate dari bambu yang hanya sekali pakai.

Alamat: Jalan Imogiri Bantul, Yogyakarta

5.  House of Raminten


House of Raminten

Tempat wisata kuliner ini menjadi bukti bahwa menu tradisional bisa disajikan dengan cara yang elegan dan berkelas. House of Raminten merupakan sebuah rumah makan yang menyajikan menu tradisional Yogyakarta seperti tahu bola, wedang sereh, cunduk, brongkos, sate lilit dan nasi kucing.

Arsitektur rumah makan ini terbilang luar biasa. Anda bisa menemukan sebuah kereta kuda di luar rumah makan, sedangkan di dalamnya Anda bisa melihat ruangan berarsitektur Jawa dengan wangi dupa khas. Seakan belum lengkap, Anda akan makan diiringi dengan gending Jawa yang terus mengalun di rumah makan ini.

Selain arsitektur dan menunya, pelayan di sini juga memakai pakaian khas yang berupa kemben Jawa. Di meja, terdapat sebuah kentongan yang digunakan untuk memanggil pelayan jika Anda membutuhkan sesuatu.

Alamat: Jalan FM Noto 7, Kota Baru, Yogyakarta

6. Banyu Milli Country Club


 Banyu Milli Country Club

Tak hanya tempat wisata kuliner, tempat ini juga merupakan sebuah tempat rekreasi keluarga. Rumah makan ini memang berada satu lokasi dengan wisata air yang terdiri dari kolam renang, wahana air serta hutan dan danau buatan. Sebuah tempat rekreasi sekaligus wisata kuliner yang cocok bagi keluarga.

Puas bermain air, saatnya Anda memuaskan lidah dan perut. Coba cicipi menu andalah di sini yaitu kepiting telur dan udang bakar madu. Kepiting dan udang yang digunakan merupakan hasil budidaya sendiri sehingga dipastikan masih segar saat dimasak. Menu lain yang tak kalah lezat adalah gurame bakar, ayam goreng dan juga cumi bakar.

Alamat: Perum Griya Mahkota, Jalan Godean KM 4,5, Yogyakarta.

7. Bong Kopitown


Bong Kopitown

Bong Kopitown merupakan salah satu tempat wisata kuliner berkonsep penjara di Yogyakarta. Bangunan dibuat menyerupai penjara lengkap dengan sekat jeruji besi di setiap ruangan. Anda bisa melihat sipir penjara yang berdiri di balik meja kasir dan narapidana yang hilir mudik mengantar pesanan ke setiap meja makan.

Beberapa menu andalan yang ditawarkan di sini antara lain kopi tetes, sapo tahu, Penang fried noodle dan rendang spicy noodle. Begitu duduk di kursi, jangan kaget jika Anda akan didatangi pelayan yang menyodorkan selembar ‘koran’ yang ternyata berisi daftar menu dan sejarah berdirinya rumah makan.

Alamat: Jalan Sagan Kidul 4, Yogyakarta.

8. Mie Telap 12


Mie Telap 12

Pernahkah Anda melihat gambar di bungkus mie instan dan merasa tergoda untuk mencicipinya, namun kecewa karena saat membuatnya sendiri di rumah, mie jauh dari gambaran? Anda tak perlu merasa kecewa jika datang ke Mie Telap 12. Di sini, Anda dapat menikmati mie instan yang disajikan persis seperti yang terlihat di bungkusnya.

Jika Anda memesan mie instan rasa rendang misalnya, maka Anda akan mendapat semangkok mie instan lengkap dengan potongan daging rendang dan topping lainnya yang ditata persis sama seperti di bungkusnya. Untuk minuman, Anda bisa menikmati aneka milkshake dan soda float.

Alamat: Jalan Pandean 10B, Yogyakarta.

9. Kalimik Jogjakarta


Kalimik Jogjakarta

Jika ditempat lain Coffee House sangat populer, lain halnya dengan yang ada di Yogjakarta. Di kota ini Kafe susu yang justru sangat populer. Di kota Jogjakarta banyak berdiri kafe yang menyajikan aneka produk olahan dari susu. Salah satunya adalah Kalimik.

Kalimik memiliki sebutan unik dari para pelanggannya yaitu neneners.Di sini, Neneners bisa mecicipi susu beragam rasa mulai dari cookies, durian, coklat dan aneka snack. Porsi yang ditawarkan adalah medium dan gajah. Untuk porsi gajah, pastikan sebelumnya Anda telah mengosongkan perut karena porsi gajah benar-benar berukuran jumbo.
 
Untuk tempat, Kalimilk didesain semi terbuka dan tak menggunakan AC, melainkan hanya kipas angin. Meskipun demikian, Anda tak perlu khawatir kepanasan, karena angin dari luar bisa masuk dan tentunya akan lebih sehat dibandingkan angin dari AC.

Alamat: Jalan Kaliurang KM 4,9, Yogyakarta
 

10. Manggar Manding


Manggar Manding

Jika gudeg biasanya dibuat dari bahan nangka muda, Hal berbeda bisa Anda temukan di Manggar Manding. Gudeg ditempat ini terbuat dari bahan manggar atau kelapa muda. Konon menu ini adalah yang istimewa pada zaman kerajaan yang disajikan dengan sayur krecek dan tempe bacem. Jika Anda mencicipi gudeg manggar berarti Anda telah menikmati sajian istimewa kerajaan.

Menurut cerita Gudeg Manggar berkhasiat untuk memancarkan aura kecantikan penikmatnya dari dalam tubuh. Tak mengherankan jika Gudeg Manggar ini merupakan menu favorit para putri kerajaan zaman dahulu.

Jika Anda berkenan datanglah ke Jalan Perintis Km 11,5, Manding, Bantul, Yogjakarta. 

Nah itulah 10 Tempat Wisata Kuliner Di Jogja yang perlu Anda datangi dan nikmati makannya. Semoga artikel ini menjadikan referensi untuk mencari tempat Wisata Kuliner Di Jogja jika Anda kebetulan sedang berkunjung ke kota Jogjakarta.  


Sumber:aneka tempat wisata

Minggu, 11 Oktober 2015

MENJELAJAHI PUNCAK CARTENSZ DI PAPUA

Menjelajahi Puncak Cartensz Pyramid Di Papua  


Puncak Jayawijaya

AdeevaTravel-Di Dunia ini terdapat Tujuh Puncak Gunung yang menjadi incaran para pendaki dunia yang dikenal dengan sebutan  "The Seven Summit" ketujuh puncak gunung tersebut salah satunya terletak di barisan Pegunungan Jayawijaya Pulau Papua, Indonesia yaitu Puncak Jaya atau Cartensz Pyramid setinggi 4.884 mdpl.

Pegunungan Jayawijaya adalah rangkaian pegunungan tertingi yang terletak di Propinsi Papua, Indonesia dengan puncak tertinggi yaitu Puncak Jaya (4.884 mdpl). Di Puncak Pegunungan Jayawijaya ini juga terdapat salju abadi (Piramida Cartensz) yang jumlahnya semakin menipis akibat pemanasan global. Selain Puncak Jaya, Pegunungan Jayawijaya juga memiliki beberapa puncak lainnya seperti Puncak Mandala (4.760 mdpl), Puncak Trikora (4.730 mdpl), Puncak Idenberg (4.673 mdpl), Puncak Yamin (4.535.mdpl), Puncak Cartensz Timur (4.400 mdpl). 

Cartensz Pyramid

Puncak Cartensz adalah sebuah puncak yang menjadi bagian dari Barisan Sudirman yang terletak di Propinsi Papua, Indonesia. Puncak Jaya mempunyai ketinggian 4.884 meter dan disekitarnya terdapat Gletser Cartensz. Satu-satunya gletser tropika di Indonesia. Puncak Jaya atau Puncak Cartensz adalah salah satu puncak dari tujuh puncak tertinggi di dunia impian para pendaki.

Puncak jaya yang sebelumnya dikenal dengan sebutan Nemangkawi di Amungkal. Puncak Jaya yang sebelumnya bernama Puncak Cartensz ini dilihat pertama kali oleh seorang penjelajah Belanda bernama Jan Cartenszoon di hari yang cerah pada tahun 1623.

Padang Salju (Gletser) pertama kali di daki pada tahun 1909 oleh seorang pendaki Belanda bernama Hendrikus Albertus Lorensz bersama dengan 6 orang dari Suku Kenyah yang direkrut dari Apau Kayan di Kalimantan Utara. 

Sejarah Pendakian 

Pendaki Puncak Cartensz Pyramid

Pada tahun 1936, ekspedisi Carstensz yang diprakarsai Belanda, tidak mampu menetapkan dengan pasti yang mana dari ke tiga puncak adalah yang tertinggi, memutuskan untuk berusaha mendaki masing-masing puncak. Anton Colijn, Jean Jacques Dozy, dan Frits Julius Wissel mencapai padang gletser Carstensz Timur dan Puncak Ngga Pulu pada 5 Desember. Karena gletser yang mencair, ketinggian Puncak Ngga Pulu menjadi 4.862 meter, tetapi telah diperkirakan bahwa pada tahun 1936 (ketika gletser masih tertutup puncak seluas 13 kilometer persegi), Ngga Pulu memang puncak yang tertinggi dengan ketinggian lebih dari 5.000 meter.

Setelahnya Puncak Jaya tidak pernah didaki sampai tahun 1962, oleh sebuah ekspedisi yang dipimpin oleh pendaki gunung Austria, Heinrich Harrer, dengan tiga anggota ekspedisi lainnya, Robert Philip Temple, Russell Kippax, dan Albertus Huizenga. Philip Temple dari Selandia Baru, sebelumnya memimpin ekspedisi ke daerah dan merintis rute akses ke pegunungan.

Pada tahun 1963, puncak ini berganti nama menjadi Puncak Soekarno, setelah itu kemudian diganti menjadi Puncak Jaya. Nama Piramida Carstensz sendiri masih digunakan di kalangan para pendaki gunung.

Sementara Puncak Jaya masih sedikit tertutup es, ada beberapa gletser di lereng, termasuk Gletser Carstensz, Gletser Northwall Firn Barat, dan Gletser Northwall Firn Timur, baru-baru ini dikabarkan lenyap.

Gletser di Puncak Trikora di Pegunungan Maoke menghilang sama sekali dalam kurun waktu antara 1939 dan 1962. Sejak tahun 1970-an, bukti dari citra satelit menunjukkan gletser Puncak Jaya telah menyusut dengan cepat. Gletser Meren mencair antara tahun 1994 dan 2000. Sebuah ekspedisi yang dipimpin oleh Lonnie Thompson paleoclimatologist pada tahun 2010 menemukan bahwa gletser menghilang pada tingkat ketebalan 7 meter per tahun dan akan lenyap sama sekali dalam beberapa tahun mendatang.

Gunung ini memang terletak di Indonesia. Namun para pendaki yang menyemarakan untuk menjelajahi dan bertualang kebanyakan para pendaki mancanegara. Setiap tahunnya sekitar 200-300 pendaki mancanegara menjelajahi gunung ini.

Untuk mendaki gunung ini ada dua jalur yang bisa dilalui yaitu melalui Freeport dan Ilaga. Persyaratan untuk mendaki gunung ini, Seorang pendaki harus memiliki rekomendasi dari Kantor Mempora Kapolri, BIA, Menhutbun, PT. Freeport Indonesia (kalau mau lewat jalur Telagapura) dan rekomendasi dari Federasi Panjat Tebing Indonesia.

Semua rekomendasi tersebut dilakukan di Jakarta kemudian di Jayapura. Rekomendasi dari Bakorstranasda dan Kapolda Papua harus di kantongi. Di Timika rekomendasi EPO dan ijin FTPI untuk fasilitas lintasan. Terakhir di Telagapura berkoordinasi dengan Emergency Response Group (ERG) untuk penanganan Emergency Presedure dan aparat Satgaspom untuk masalah kemanan lintasan.

Rute

Pendaki Puncak Cartensz Pyramid

Ada 3 rute utama untuk mencapai Puncak Cartensz

1. Rute Harrer


Rute ini merupakan rute yang paling mudah dilewati. Meskipun mudah tetapi tidak berarti segalanya akan mudah dilewati dalam menaklukan Cartensz Pyramid ini.

2. Rute East Ridge


East Ridge ini merupakan pertengahan dari Rute Harrier yang paling mudah denagn Rute American Direct, Rute yang paling sulit.

3. Rute American Direct 


Rute American Direct adalah rute yang langsung menuju Puncak Cartensz Pyramid. Rute ini dikhususkan bagi para pendaki yang mempunyai skill tinggi serta pengalaman yang mumpuni tentang dunia climbing. Yang terburuk dari rute ini adalah kesulitannya yang semakin tinggi ketika mendekati puncak yaitu adanya tebing dan dinding yang sangat curam.

Nah sobat Traveller, apakah Anda berminat mendaki dari salah satu The Summit Sevens?


Sumber:wikipedia